Perjanjian di Samara

oleh W. Sommerset Maugham

Seorang saudagar di Baghdad memerintahkan pelayannya ke pasar untuk membeli persediaan makanan. Sejenak kemudian, si pelayan kembali dengan wajah pucat pasi. Dengan suara gemetar ia berkata, “Di pasar tadi baru saja saya dikejutkan oleh seseorang dalam kerumunan, dan ketika saya menoleh ternyata orang itu adalah Tuan Maut. Dia menatap saya dan membikin gerakan mengancam. Saya mohon pinjamilah saya kuda Anda, karena saya akan pergi ke Samara, di sana Tuan Maut tak akan dapat menemukan saya.”

Sang saudagar setuju dan meminjamkan kudanya kepada orang yang sedang ketakutan itu. Si pelayan menaiki kuda itu dan bergegas pergi secepat kuda itu dapat berlari. Pada hari itu juga, si saudagar pergi ke pasar dan bertemu dengan Tuan Maut yang sedang berdiri dalam kerumunan. Dia mendekat dan bertanya, “Mengapa Anda menakut-nakuti pelayan saya ketika Anda bertemu dengannya pagi ini?”

“Itu bukan menakut-nakuti,” jawab Tuan Maut. “Itu hanya gerakan karena terkejut. Saya terkejut karena bertemu dengan dia di Baghdad, padahal saya punya perjanjian dengannya malam ini di Samara.”

Tidak ada komentar: